Bismillah ...
Saat itu, tanggal 23 Juli 2017. Di awal pagi , ketika Waru - Sidoarjo masih sepi. Kami sudah bersiap menunggu penerbangan pertama menuju Balikpapan. Untuk ke Berau kita harus transit dulu di Balikpapan. Lalu meneruskan perjalanan dengan pesawat yang lebih kecil kecuali untuk maskapai sriwijaya pesawat yang dipakai tetap pesawar type boieng.
Tak lama perjalanan menuju Berau dari Surabaya via udara. Berangkat pukul 07.00 WIB sampai sebelum dhuhur. Lupa jam berapa, karena waktu itu jam saya masih waktu Jawa Timur.
Alhamdulillah perjalanan dengan burung besi tidak mengalami kendala apapun. Meski saya merasa diputar putar dulu seperti naik wahana pemicu adrenalin sebelum landing. Ternyata hampir semua penerbangan yang akan mendarat di Berau seperti itu. Terbang memutar ke arah utara lalu berbelok di atas Maluang. Lumayan juga sih bisa liat hutan - hutan yang bolong - bolong karena penambangan batu bara 😄
Pesawat landing dengan mulus alhamdulillah .. Wisesa sudah keburu turun . Emaknya masih sibuk beresin barang . Kita turun terakhir kala itu. Pas keluar pintu pesawat masyaallah .. panas !
Wisesa langsung digendong sama petugas. Ada beberapa petugas yang menyambut kita. Selain mereka memeriksa keamaanan kondisi pesawat, mereka juga sering bantu-bantu penumpang . Bahkan kadang minjemin payung 😄
Oke setelah ambil barang , di ruang kedatangan. Oh iya ruang ini rapi dan bersih banget . Misal proses pengambilan barang lama. Kita tidak akan bosen. Karena ada pojok swafoto yang bernuansa bawah laut. Sama pojok yang ada tv besarnya. Nah di situ biasa diputerin video promosi wisata Berau. Keren-keren deh tempat wisatanya. Next itu jadi tempat favorit Sesa kalau lagi ikut bapaknya kalau ke Bandara. 😄 FYI , Bandara Kalimarau sejak bulan April 2018 ini resmi naik kelas jadi Bandara Kelas I yes, selain bandaranya terhitung mewah untuk ukuran kawasan kabupaten. Di Bandara ini tiap minggu ada pagelaran seni musik dan tari tradisional untuk menyambut penumpang. Nggak tanggung-tanggung musiknya pakai Sape' (gitar dayak) langsung lho . Kalau sehari-hari biasa diputerin alunan sape yang syahdu di tiap ruangan. Kecuali mushola
Lepas ambil barang, keluarlah kita untuk cari angkutan pulang. Rupanya di depan sudah nunggu beberapa anggota yang memang sedang tugas di Bandara Kalimarau. Oh iya lupa menginfokan nama bandar udara di Berau Kalimarau . Nama ini diambil dari nama sungai yang melintas di depan Bandara. Sei Kalimarau biasanya penduduk setempat menyebutnya.
Sambil nunggu jemputan, saya ke toilet dulu . Wuih toiletnya bersih banget dan tenang. Sayang airnya musiman 😄 kadang bagus kadang agak kuning. Pasalnya air Bandara dan Skadron ambil dari Sei Kalimarau lalu disedot dan disaring sebelum dialirkan. PDAM belum sampai ke daerah situ .
Akhirnya yang ditunggu tiba, di depan om Ibnu adek letting suami sudah nunggu . Menjemput kami dengan mobil Skadron . Ya Allah berasa apa aja nih 😂
Langsung lah kita cuss ya ke rumah BMKG (nah di Berau saya dan beberapa keluarga menempati areal BMKG lama. Masih di area bandara juga. Tapi di ujung landasan ).
Pelataran Bandara Kalimarau ini rapi dan bersih banget. Cuma , namanya luar jawa yang hutan masih subur. Lepas dari Bandara pas depannya pemandangannya sudah rimbun belukar dan pepohonan. Meski ada rumah penduduk di pinggi jalan. Melintasi belukar , lewatlah kita di skadron tempat kerja suami , setelah itu melintasi pertigaan Kalimarau . Lalu masuk ke area perumahan avsec . Dan di belakang area tersebut, berdirilah gedung BMKG lama. Di situ kami untuk sementara tinggal .
Tunggu kisah berikutnya yaaa 😊
Salam hangat dari bumi batiwakkal Barrau 😊
Saat itu, tanggal 23 Juli 2017. Di awal pagi , ketika Waru - Sidoarjo masih sepi. Kami sudah bersiap menunggu penerbangan pertama menuju Balikpapan. Untuk ke Berau kita harus transit dulu di Balikpapan. Lalu meneruskan perjalanan dengan pesawat yang lebih kecil kecuali untuk maskapai sriwijaya pesawat yang dipakai tetap pesawar type boieng.
Tak lama perjalanan menuju Berau dari Surabaya via udara. Berangkat pukul 07.00 WIB sampai sebelum dhuhur. Lupa jam berapa, karena waktu itu jam saya masih waktu Jawa Timur.
Alhamdulillah perjalanan dengan burung besi tidak mengalami kendala apapun. Meski saya merasa diputar putar dulu seperti naik wahana pemicu adrenalin sebelum landing. Ternyata hampir semua penerbangan yang akan mendarat di Berau seperti itu. Terbang memutar ke arah utara lalu berbelok di atas Maluang. Lumayan juga sih bisa liat hutan - hutan yang bolong - bolong karena penambangan batu bara 😄
Pesawat landing dengan mulus alhamdulillah .. Wisesa sudah keburu turun . Emaknya masih sibuk beresin barang . Kita turun terakhir kala itu. Pas keluar pintu pesawat masyaallah .. panas !
Wisesa langsung digendong sama petugas. Ada beberapa petugas yang menyambut kita. Selain mereka memeriksa keamaanan kondisi pesawat, mereka juga sering bantu-bantu penumpang . Bahkan kadang minjemin payung 😄
Oke setelah ambil barang , di ruang kedatangan. Oh iya ruang ini rapi dan bersih banget . Misal proses pengambilan barang lama. Kita tidak akan bosen. Karena ada pojok swafoto yang bernuansa bawah laut. Sama pojok yang ada tv besarnya. Nah di situ biasa diputerin video promosi wisata Berau. Keren-keren deh tempat wisatanya. Next itu jadi tempat favorit Sesa kalau lagi ikut bapaknya kalau ke Bandara. 😄 FYI , Bandara Kalimarau sejak bulan April 2018 ini resmi naik kelas jadi Bandara Kelas I yes, selain bandaranya terhitung mewah untuk ukuran kawasan kabupaten. Di Bandara ini tiap minggu ada pagelaran seni musik dan tari tradisional untuk menyambut penumpang. Nggak tanggung-tanggung musiknya pakai Sape' (gitar dayak) langsung lho . Kalau sehari-hari biasa diputerin alunan sape yang syahdu di tiap ruangan. Kecuali mushola
Lepas ambil barang, keluarlah kita untuk cari angkutan pulang. Rupanya di depan sudah nunggu beberapa anggota yang memang sedang tugas di Bandara Kalimarau. Oh iya lupa menginfokan nama bandar udara di Berau Kalimarau . Nama ini diambil dari nama sungai yang melintas di depan Bandara. Sei Kalimarau biasanya penduduk setempat menyebutnya.
Sambil nunggu jemputan, saya ke toilet dulu . Wuih toiletnya bersih banget dan tenang. Sayang airnya musiman 😄 kadang bagus kadang agak kuning. Pasalnya air Bandara dan Skadron ambil dari Sei Kalimarau lalu disedot dan disaring sebelum dialirkan. PDAM belum sampai ke daerah situ .
Akhirnya yang ditunggu tiba, di depan om Ibnu adek letting suami sudah nunggu . Menjemput kami dengan mobil Skadron . Ya Allah berasa apa aja nih 😂
Langsung lah kita cuss ya ke rumah BMKG (nah di Berau saya dan beberapa keluarga menempati areal BMKG lama. Masih di area bandara juga. Tapi di ujung landasan ).
Pelataran Bandara Kalimarau ini rapi dan bersih banget. Cuma , namanya luar jawa yang hutan masih subur. Lepas dari Bandara pas depannya pemandangannya sudah rimbun belukar dan pepohonan. Meski ada rumah penduduk di pinggi jalan. Melintasi belukar , lewatlah kita di skadron tempat kerja suami , setelah itu melintasi pertigaan Kalimarau . Lalu masuk ke area perumahan avsec . Dan di belakang area tersebut, berdirilah gedung BMKG lama. Di situ kami untuk sementara tinggal .
Tunggu kisah berikutnya yaaa 😊
Salam hangat dari bumi batiwakkal Barrau 😊

Comments
Post a Comment