Bismillah ...
Mengawali cerita saya tentang kehidupan di Berau. Bolehlah kalau saya cerita bagaimana kok bisa sampai tinggal di Kabupaten yang terkenal dengan batu baranya ini.
Jadi dulu, ketika puspenerbad membuka skadron baru . Sebagaimana yang diporogramkan oleh Panglima Muldoko (Pembangunan skadron ini tercetus di era beliau). Pertimbangan memilih Berau karena wilayah ini dinilai strategis. Lautnya berbatasan dengan wilayah Philipina. Sementara daratannya berbatasan dengan kaltara. Tidak terlalu jauh untuk menjangkau perbatasan Malaysia.
Sementara itu, kehidupan di ibukota bukanlah hal yang indah . Macet, tekanan hidup yang kadang membuat manusia lupa istirahat. Membuat suami jengah ingin suasana baru. Ingin rumah dekat dengan tempat kerja, ingin perjalanan tak terhambat macet dan ingin suasana yang masih alami. Bosan dengan gedung-gedung beton yang monoton.
Maka begitu skadron 13 serbu telah selesai dibangun. Suamipun bergegas mengajukan diri untuk pindah.
Semudah itukah pindah ? Tidak, semua harus dilalui dengan proses yang panjang. Utamanya harus rembuk dengan istrinya yaitu saya. Awalnya saya merasa berat tapi juga ingin . Berat karena kata orang-orang luar Jawa itu jauh susah dijangkau. Banyak orang yang ingin kembali ke Jawa bahkan rela membayar sejumlah uang untuk dipindah ke Jawa. Tapi suami malah minta dipindah. Tetapi saya ingin, pertama karen saya tipe orang yang menyukai perjalanan. Kedua saya berharap bisa lebih bermakna hidup ini di tempat baru.
Akhirnya , berbekal Bismillah suami mengajukan pindah dan ACC. Berhubung jadwal keberangkatan yang belum pasti. Ditambah belum tahu kondisi di Berau. Jadi terpaksa saya pulang ke rumah ibu dulu di Bonfowoso. Lumayan lama saya di kampung halaman. Sekitar satu tahunan.
Dan tepatnya pada tanggal 23 Juli saya bertolak dari bandara Juanda - Waru Sidoarjo menuju bandara Kalimarau - Berau. Jangan tanyakan seberapa deras air mata mengalir. Itu adalah kali pertama saya merantau ke pulau lain.
Sejak saat itulah saya benar benar percaya bahwa Indonesia itu luas. Benar benar luas dan indah.
Penasaran ??? Nanti saya ceritakan lagi yang indah - indah yaaa 😊
Buat yang penasaran posisi Berau bisa tengok di gambar peta Borneo yang saya upload yes 😊
Mengawali cerita saya tentang kehidupan di Berau. Bolehlah kalau saya cerita bagaimana kok bisa sampai tinggal di Kabupaten yang terkenal dengan batu baranya ini.
Jadi dulu, ketika puspenerbad membuka skadron baru . Sebagaimana yang diporogramkan oleh Panglima Muldoko (Pembangunan skadron ini tercetus di era beliau). Pertimbangan memilih Berau karena wilayah ini dinilai strategis. Lautnya berbatasan dengan wilayah Philipina. Sementara daratannya berbatasan dengan kaltara. Tidak terlalu jauh untuk menjangkau perbatasan Malaysia.
Sementara itu, kehidupan di ibukota bukanlah hal yang indah . Macet, tekanan hidup yang kadang membuat manusia lupa istirahat. Membuat suami jengah ingin suasana baru. Ingin rumah dekat dengan tempat kerja, ingin perjalanan tak terhambat macet dan ingin suasana yang masih alami. Bosan dengan gedung-gedung beton yang monoton.
Maka begitu skadron 13 serbu telah selesai dibangun. Suamipun bergegas mengajukan diri untuk pindah.
Semudah itukah pindah ? Tidak, semua harus dilalui dengan proses yang panjang. Utamanya harus rembuk dengan istrinya yaitu saya. Awalnya saya merasa berat tapi juga ingin . Berat karena kata orang-orang luar Jawa itu jauh susah dijangkau. Banyak orang yang ingin kembali ke Jawa bahkan rela membayar sejumlah uang untuk dipindah ke Jawa. Tapi suami malah minta dipindah. Tetapi saya ingin, pertama karen saya tipe orang yang menyukai perjalanan. Kedua saya berharap bisa lebih bermakna hidup ini di tempat baru.
Akhirnya , berbekal Bismillah suami mengajukan pindah dan ACC. Berhubung jadwal keberangkatan yang belum pasti. Ditambah belum tahu kondisi di Berau. Jadi terpaksa saya pulang ke rumah ibu dulu di Bonfowoso. Lumayan lama saya di kampung halaman. Sekitar satu tahunan.
Dan tepatnya pada tanggal 23 Juli saya bertolak dari bandara Juanda - Waru Sidoarjo menuju bandara Kalimarau - Berau. Jangan tanyakan seberapa deras air mata mengalir. Itu adalah kali pertama saya merantau ke pulau lain.
Sejak saat itulah saya benar benar percaya bahwa Indonesia itu luas. Benar benar luas dan indah.
Penasaran ??? Nanti saya ceritakan lagi yang indah - indah yaaa 😊
Buat yang penasaran posisi Berau bisa tengok di gambar peta Borneo yang saya upload yes 😊

Comments
Post a Comment